Pejabat dalam Kapitalisme Global hanya memperkaya diri

Kapitalisme global menunjukkan wajah yang sama: pejabatnya hanya memperkaya diri dan mengabdi pada pemilik modal besar. Di Amerika Serikat, misalnya, hasil studi Martin Gilens dan Benjamin Page (2014) dari Princeton University menyebutkan bahwa kebijakan publik lebih mencerminkan preferensi kelompok kaya dan korporasi daripada suara mayoritas warga[3].

Di Eropa, krisis Yunani (2010–2015) menjadi contoh nyata bagaimana Pemerintah dipaksa tunduk pada kehendak lembaga keuangan internasional dan bank-bank besar. Kebijakan penghematan (austerity) yang diterapkan atas desakan kreditor justru menghancurkan layanan publik, menaikkan angka pengangguran dan memperparah kemiskinan[4].

Di Global South, dominasi modal asing sering membelenggu negara berkembang dalam jebakan utang dan eksploitasi sumber daya alam. Kasus tambang emas Freeport di Papua yang selama puluhan tahun lebih menguntungkan perusahaan asing ketimbang rakyat lokal adalah potret telanjang bagaimana Kapitalisme bekerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *