Setelah era Negara Islam di bawah kepemimpinan Rasulullah ﷺ, kepemimpinan Islam global mencapai bentuk institusionalnya dalam wujud Khilafah Islam. Sahabat Abu Bakar ash-Shiddiq ra. adalah khalifah pertamanya. Setelah wafat, Abu Bakar ash-Shiddiq digantikan oleh Sahabat Umar bin al-Khaththab ra. Pada masa Khalifah Umar bin al-Khaththab ra., Kota al-Quds—tempat yang pernah disinggahi Rasulullah ﷺ dalam peristiwa Isra Mi’raj—dibebaskan tanpa pertumpahan darah. Khalifah Umar ra. menerima kunci kota tersebut dari Patriark Nasrani dengan penuh kehormatan. Ini adalah sebuah peristiwa yang diakui oleh sejarawan Muslim maupun non-Muslim sebagai teladan kepemimpinan yang adil dan beradab.
Akan tetapi, tragedi besar menimpa umat Islam ketika Khilafah dihancurkan pada 28 Rajab 1342 H (3 Maret 1924 M). Dalam pidatonya pada Peringatan Keruntuhan Khilafah, Syaikh ‘Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah menyebut peristiwa ini sebagai “gempa dahsyat” yang menghancurkan kekuatan politik umat Islam dan membuka pintu penjajahan global.