Kapitalisme global adalah ideologi yang gagal.

Kapitalisme global adalah ideologi yang gagal. Bahkan kegagalan Kapitalisme global ini disorot oleh para pemikir Barat sendiri. Joseph E. Stiglitz, peraih Nobel Ekonomi, misalnya, dalam Globalization and Its Discontents (2002), mengakui bahwa globalisasi kapitalistik yang dipimpin Amerika Serikat dan institusi seperti IMF justru memperparah kemiskinan, ketidakstabilan politik dan ketimpangan sosial di banyak negara berkembang. Ia menegaskan bahwa pasar bebas tanpa kendali moral dan keadilan hanya menguntungkan segelintir elit global.

Thomas Piketty, dalam karya monumentalnya, Capital in the Twenty-First Century (2014), juga membuktikan secara empiris bahwa kapitalisme modern secara sistematis memperlebar jurang antara si kaya dan si miskin. Saat tingkat pengembalian modal lebih besar dari pertumbuhan ekonomi, kekayaan akan terkonsentrasi pada oligarki, sementara mayoritas manusia tersingkir.

Bahkan Francis Fukuyama—pengusung tesis “babak akhir sejarah”—belakangan mengakui bahwa demokrasi liberal dan Kapitalisme global gagal menghadirkan keadilan dan stabilitas. Keduanya justru memicu krisis kepercayaan, populisme ekstrem dan kehancuran kohesi sosial.

Pengakuan para pemikir Barat ini menegaskan bahwa Kapitalisme global bukan hanya gagal secara moral menurut Islam, tetapi juga gagal secara empiris menurut ukuran ilmiah mereka sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *